Selasa, 21 Desember 2010

Pernikahan Ala Pedang Pora

Tanggal 21 Agustus 2010 merupakan hari bersejarah bagi seorang teman kantorku karena hari itu adalah hari pernikahannya. Dia seorang gadis Bali yang memperoleh suami seorang pria Bali. Tentu saja karena kedua belah pihak merupakan orang Bali, pernikahan dilangsungkan di Bali juga. Calon suaminya seorang prajurit angkatan udara. Di kalangan militer memiliki cara tersendiri untuk merayakan seseorang anggotanya yang akan menikah. Ada prosesi militer yang harus dilakukan seorang tentara yang akan menikah. Namanya “pedang pora”. Aku berkesempatan untuk menghadiri acara yang baru pertama kali kulihat itu. Acara itu dilangsungkan di gedung kompleks Angkasa Pura, Denpasar, Bali.

Pukul 19.30 WITA mobil pengantin tiba di halaman gedung, dengan berbalut kebaya putih nan anggun mempelai wanita turun dari mobil didampingi mempelai pria yang berseragam militer. Hadirin di luar gedung serentak berdiri menyambut kedua mempelai. Sesampainya di pintu gedung kedua mempelai berhenti sejenak. Mereka menunggu aba-aba dari dalam gedung. Prosesi diawali dengan laporan komandan upacara kepada pemimpin upacara.

Tak lama terdengar teriakan “majuuuuu jalan”. Serempak suara sepatu pasukan berpedang terdengar kompak, prok, prok, prok. Pasukan yang terdiri dari 10 orang prajurit yang masih single itu berjalan masuk ke dalam gedung dalam 2 baris sejajar. Setelah sampai di depan panggung mereka berhenti dan saling berhadapan.

“Hormat senjataaaaaa graaak”

Serentak mereka mengangkat pedang yang beradu membentuk seperti atap rumah yang siap dilewati oleh kedua mempelai. Seiring dengan itu, kedua mempelai berjalan melewati pasukan pedang. Di ujung barisan sudah ditunggu pemimpin upacara yang tidak lain adalah direktur angkasa pura Denpasar yang siap mengalungkan bunga kepada kedua mempelai sebagai tanda selamat bergabung dengan komunitas Angkatan Udara.

Kemudian pasukan pedang berjalan mengelilingi kedua mempelai membentuk segitiga dan jongkok sambil mengacungkan pedang ke bawah. Mempelai pria menyematkan cincin pernikahan kepada mempelai wanita.

“Uuu co cuiiit”

Acara malam itu berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan undangan yang memadati gedung. Sebagai “banci kamera”, tak lupa kami berfoto dengan kedua mempelai yang berbahagia.

“ceklik”

Selamat untuk Lettu Pom Made Oka Dharmayasa dan Desak Putu Mirananda Dewi, S.E. Semoga menjadi keluarga yang bahagia.

cerita ini pernah diterbitkan di blog lama http://misterdee.co.cc/ tanggal August 30, 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar